Detail Berita
Krisis energi mulai melanda Dunia, bagaimana strategi RI
Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) terus melakukan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kanal Youtube IKAFH UNDIP OFFICIAL, Minggu (10/10) dilakukan webinar bertema “Krisis Energi Mulai Melanda Dunia, Bagaimana Strategi RI?”
Webinar selama tiga jam kurang ini menghadirkan narasumber, yakni Widhyawan Prawiraatmadja (Gubernur Indonesia untuk OPEC 2014-2016), Salis Aprilian (Indonesia Gas Society), Ahmad Redi (Pakar Hukum ESDM), dan Hendra Sinadia (Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia).
Selain itu, hadir Djoko Siswanto (Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional) dan Ari Soemarno (Bimasena Energy Team) sebagai penanggap, serta Gustidha Budiartie (Pusat Studi Hukum ESDM IKAFH Undip) selaku moderator.
Widhyawan Prawiraatmadja menyampaikan Konteks Krisis Dunia dan Pelajaran bagi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa adanya krisis energi, maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian yakni ketergantungan ekspor, kenaikan inflasi, peningkatan harga energi primer, terciptanya under-invesment, dan rentannya gangguan pasokan.
Dia berpesan agar semua pihak melakukan manajemen risiko yang lebih untuk menangani ketidakpastian ini.
Salis Aprilian menyampaikan materi Energy Management Crisis. Ia menjelaskan bagaimana kebijakan yang mengatur penggunaan, pemakaian, serta manajemen energi.
Terkait masalah energi di Indonesia Ahmad Redi mengatakan menemukana ada beberapa hal, seperti penurunana produksi minyak bumi, pemanfaatan energi domestik yang rendah, akses dan infrastruktur energi terbatas, ketergantungan impor BBM, harga energi belum kompetitif diikuti subsidi energi tinggi, lalu masalah bauran energi yang masih menggunakan minyak bumi, serta pemanfaatan energi yang belum efisien.
Untuk mengatasinya, Redi mengusulkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan, seperti pelepasan CPE, pembatasan ekspor energi, penghematan energi, pembatasan penggunaan, mempercepat proyek infrastruktur, dan substitusi, diversifikasi, dan switching energi.
Selanjutnya, Hendra Sinadia, membahas masa depan industri tambang batubara di tengah krisis energi. Ia menyebutkan langkah yang dapat dilakukan dengan menekan serta memanfaatkan arus kas untuk proyek yang mengurangi emisi karbon, seperti melakukan reklamasi dan rehabilitasi lahanan eks. tambang, pengembangan batubara, dan penggunaan energi terbarukan.
Djoko Siswanto dalam paparannya menyampaikan langkah penanganan yang bisa dilakukan, yaitu menghentikan impor LPG, mengoptimalisasi pemanfaatan batubara, dan melakukan pengembangan EBT.
Di akhir webinar para peserta diberi kesempatanmelakukan tanya jawab bersama para narasumber. Untuk alumni yang ingin menyaksikan kembali dapat melihat pada Youtube channel IKAFH UNDIP OFFICIAL.
